Kerjasama Bisnis TG:@LIUO9527
Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Pemain Naturalisasi Baru Diharap Membuat Timnas Indonesia Lebih Kuat: Bersaing di R4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pemain Naturalisasi Baru Diharap Membuat Timnas Indonesia Lebih Kuat: Bersaing di R4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-08-31 17:30:02
Dilihat:11 Pujian
Momen Mauro Zijlstra (paling kanan) jalani sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. (Istimewa)

Jakarta - Wakil Ketua Komisi DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, berharap kehadiran lima pesepak bola baru hasil naturalisasi bisa membuat Timnas Indonesia lebih kuat lagi.

Menurut pria kelahiran Praya, Nusa Tenggara Barat ini, kehadiran pesepak bola keturunan itu akan menjadikan persaingan di Timas Indonesia semakin ketat dan positif.

Belum lama ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengajukan naturalisasi untuk lima pesepak bola keturunan, yakni Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans untuk Timnas Indonesia dan Isabel Corian Kopp, Isabelle Nottet, dan Pauline Jeanette van de Pol untuk Timnas Indonesia Putri.

DPR RI melalui Komisi X dan Komisi XIII sudah menyetujui, sehingga empat dari pesepak bola itu itu sudah mengucapkan sumpah setia terhadap Republik Indonesia.


Bagian dari Evaluasi Pemain yang Ada

Timnas Indonesia - Deretan Pemain Naturalisasi Andalan STY Saat Indonesia Bertandang ke Markas Arab Saudi

Menurut Lalu Hardian, proses naturalisasi khususnya untuk dua pemain putra dilakukan setelah melakukan evaluasi terhadap pemain-pemain Timnas Indonesia yang ada.

Paling mencolok, Timnas Indonesia akan kehilangan sosok Ole Romeny di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia karena mengalami cedera.

"Pertama kami melihat perkembangan dari Timnas Indonesia ini butuh persiapan yang bagus dan matang. Setelah evaluasi dari pemain-pemain yang ada saat ini, memang masih membutuhkan pemain yang dianggap mampu membawa Timnas Indonesia ini bersaing di putaran keempat," kata Lalu Hadrian Irfani kepada Bola.com, Minggu (31/8/2025).

"Oleh sebab itu, berdasarkan hasil evaluasi dari langkah-langkah sebelumnya, apalagi Ole Romeny tidak bisa main karena cedera, maka masih dibutuhkan lagi pemain naturalisasi. Plus, dua pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia ini, usianya masih muda. Bukan hanya bisa membela timnas senior tapi bisa juga bermain di U-23," tambahnya.


Harus Memotivasi Pemain Lokal

Ricky Kambuaya, Septian Bagaskara, Joey Pelupessy, dan Ivar Jenner memulai laga dari bangku cadangan saat Timnas Indonesia bertandang ke markas Timnas Australia, Kamis (20/3/2025). (Dok. Dewa United).

Lalu Hadrian mengatakan naturalisasi harus menjadi motivasi bagi pemain lokal untuk meningkatkan standar mereka. Dan tentunya PSSI tidak boleh abai dengan kewajibannya melakukan pembinaan dari level usia muda secara berjenjang. PSSI harus memprioritaskan pembangunan akademi sepak bola di seluruh Indonesia dengan kurikulum yang terstandar.

Program pembinaan ini harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke, sehingga bakat-bakat terpendam bisa ditemukan dan diasah.

Pemain muda harus memiliki jalur yang jelas untuk naik ke level profesional, mulai dari kompetisi kelompok usia U-16, U-18, hingga U-20, harus ada sistem yang memungkinkan pemain berbakat untuk berkembang secara bertahap

"Kami di Komisi X pada prinsipnya mendukung. Namun, kami selalu mengingatkan untuk tidak lupa terhadap pembinaan pemain-pemain lokal," ujarnya.

"Kemudian, mencari pemain-pemain lokal memang kemampuannya setara dengan pemain-pemain yang kita naturalisasi. Sehingga untuk jangka panjang, pembinaan pemain-pemain muda harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berjenjang seperti yang dilakukan oleh Jepang dan lainnya. Dari usia muda hingga level senior," ungkapnya.


Perlihatkan Kemampuan Terbaik untuk Timnas Indonesia

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Lalu Hadrian Irfani, bersama bek sayap Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. (dok. pribadi)

Lalu Hadrian pun berharap dengan pengalaman bermain di liga-liga yang lebih kompetitif di luar negeri, para pesepak bola yang sudah dinaturalisasi memperlihatkan kemampuan yang terbaiknya di lapangan saat membela Timnas Indonesia baik dalam hal teknis, taktis, maupun mental.

Ketenangan saat menguasai bola, pengambilan keputusan yang cepat, dan mental baja saat berada di bawah tekanan adalah nilai tambah yang seharusnya dibawa oleh mereka.

"Tentunya kita berharap pemain-pemain naturalisasi ini betul menunjukkan kemampuan yang lebih dari pemain-pemain lokal hari ini," ujarnya.

"Jangan sampai sudah banyak menaturalisasi, tapi kemampuannya jauh di bawah pemain lokal yang sudah ada. Kita sudah menyampaikan itu kepada PSSI," Lalu Hadrian Irfani mengakhiri pembicaraan.

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}